Politeknik Negeri Batam menjadi tuan rumah International PBL Expo 2025 pada tanggal 19–21 Agustus 2025 dengan mengusung tema “Strengthening Synergy, Impacting the Country”. Kegiatan bergengsi ini merupakan bagian dari Pagelaran Teknovasi Polibatam 2025 yang setiap tahun diselenggarakan sebagai bentuk nyata penerapan pendidikan vokasi berbasis proyek.

Tahun ini, International PBL Expo 2025 menghadirkan 196 peserta dari 6 negara, yaitu Indonesia, Jepang, Singapura, Vietnam, Malaysia, dan Filipina. Ajang ini menampilkan hasil karya mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dalam dan luar negeri yang dikembangkan melalui metode Project-Based Learning (PBL), sekaligus mempertemukan dunia pendidikan, industri, pemerintah, dan masyarakat dalam mendukung kemajuan pendidikan vokasi.

Latar Belakang

PBL (Project-Based Learning) adalah pendekatan pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa, di mana mereka belajar melalui keterlibatan aktif dalam menyelesaikan permasalahan nyata. Dengan metode ini, mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menghasilkan karya inovatif yang berdampak langsung bagi lingkungan sekitar.

Tujuan International PBL Expo 2025

  1. Menjadi wadah mahasiswa untuk menampilkan karya, inovasi, dan kreativitas yang dihasilkan melalui PBL dan kegiatan akademik lainnya.
  2. Membangun kolaborasi antara kampus, industri, dan masyarakat untuk menciptakan inovasi yang relevan dan berdampak luas.
  3. Memfasilitasi pemanfaatan karya mahasiswa oleh industri maupun masyarakat agar dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.

Partisipasi Politeknik Negeri Manado

Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Manado turut ambil bagian dalam ajang internasional ini dengan menampilkan inovasi “Meja dan Kursi Hasil Daur Ulang Sampah Plastik”, sebuah karya mahasiswa Andri Syaputra Karo Sekali dengan dosen pembimbing Dr. Winda S. Slat, S.ST., M.Eng. yang juga adalah Koordinator Program Studi Sarjana Terapan Teknik Mesin Produksi dan Perawatan, Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Manado.

Karya ini merupakan hasil pemanfaatan limbah plastik yang diolah melalui proses pemilahan, pencacahan, pemanasan, hingga pencetakan menjadi produk furnitur ramah lingkungan. Produk ini tidak hanya mengurangi sampah plastik, tetapi juga mendukung penerapan ekonomi sirkular di masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, karya inovatif dari Politeknik Negeri Manado berhasil meraih Juara 2, sebuah pencapaian membanggakan yang menunjukkan kualitas mahasiswa vokasi Indonesia mampu bersaing di tingkat internasional.

Peserta International PBL Expo 2025

  • 150 proyek PBL mahasiswa Politeknik Negeri Batam
  • Lebih dari 30 kampus internasional
  • Lebih dari 100 kampus di Indonesia
  • Hingga 200 mitra industri/perusahaan
  • Perwakilan pemerintah (Kementerian, Provinsi, dan Kota)
  • Masyarakat umum dari Batam dan Kepulauan Riau

Manfaat dan Dampak

Keikutsertaan Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Manado dalam ajang ini tidak hanya menambah pengalaman internasional bagi mahasiswa dan dosen, tetapi juga memperkuat jejaring kerja sama dengan berbagai institusi pendidikan serta dunia industri. Prestasi ini menjadi motivasi untuk terus mengembangkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat dan mendukung pembangunan berkelanjutan.