Minahasa, 16 Juni 2025 – Sebagai wujud nyata sinergi antara dunia pendidikan vokasi dan sektor industri strategis, Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Manado melaksanakan site visit ke PLTA Tonsea Lama, Minahasa, dan melakukan pertemuan resmi dengan manajemen PT PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan (UPP) Minahasa pada Senin, 16 Juni 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung persiapan Capstone Project mahasiswa alih jenjang Program Studi Sarjana Terapan Teknik Mesin Produksi dan Perawatan (TMPP), serta menjajaki kerja sama institusional yang berkelanjutan antara kedua belah pihak.
Turut hadir dalam rombongan dosen Jurusan Teknik Mesin:
- Adriyan Warokka, S.T., M.Eng. – Sekretaris Jurusan Teknik Mesin
- Franklin Bawano, S.T., M.T. – Kepala Laboratorium Mekatronika
- Moody Tumembow, S.T., M.T.
Rombongan disambut langsung oleh Manager PLTA Tonsea Lama, Bapak Moh. Aminudin Wahib, yang memandu kunjungan ke area turbin dan ruang kendali. Salah satu teknologi menarik yang ditinjau adalah turbin mikrohidro (PLTMH) yang memanfaatkan air limpasan dari turbin utama—sebuah inovasi efisiensi energi yang sangat potensial dijadikan model proyek mahasiswa dalam konteks pengembangan energi baru terbarukan.


Menggagas Kolaborasi: Energi, Inovasi, dan Solusi Lingkungan
Setelah peninjauan lapangan, kegiatan dilanjutkan dengan pertemuan resmi di kantor PT PLN UPP Minahasa untuk membahas rencana kerja sama strategis dalam pengembangan sumber daya manusia, riset terapan, serta proyek-proyek teknis berbasis kebutuhan industri dan masyarakat.
Pertemuan ini dihadiri oleh jajaran manajemen PLN:
- Aries Indrianto Elisa – Manager Unit Pembangkitan Minahasa
- Oudy Rumbajan – Assistant Manager Bidang Operasi
- Moh. Aminudin Wahib – Manager PLTA Tonsea Lama
- Rizki Abi Karomi – Team Leader/Supervisor Perencanaan Operasi dan Niaga
- Zainal Ape – Team Leader/Supervisor Pelaksana Pengadaan
- Edo Susanto – Team Leader/Supervisor Lingkungan
- Andhika Kurniawan – Team Leader/Supervisor K3 & Keamanan
Dalam forum diskusi, PLN Minahasa menyampaikan sejumlah tantangan aktual yang dihadapi di lapangan, di antaranya:
- Masalah pengendalian banjir di wilayah Tondano yang erat kaitannya dengan volume dan arah aliran air dari Danau Tondano menuju sistem PLTA
- Kebutuhan perencanaan dan otomasi pengelolaan pintu air dan jalur air, untuk mendukung baik operasional pembangkitan maupun mitigasi bencana
- Minimnya sistem monitoring berbasis teknologi informasi, terutama untuk pemantauan debit, kualitas air, dan distribusi beban secara real-time
- Tantangan lingkungan dan keberlanjutan, termasuk pengelolaan limbah dan penerapan standar K3
Dalam konteks tersebut, Politeknik Negeri Manado melalui Jurusan Teknik Mesin menyatakan kesiapannya untuk:
- Menyusun tim rekayasa teknis dan mahasiswa proyek akhir (Capstone Project) yang fokus pada desain sistem pengendalian pintu air.
- Melakukan riset terapan kolaboratif untuk solusi teknis permasalahan banjir dan optimalisasi sistem pembangkitan energi.

Langkah Kolaboratif untuk Masa Depan yang Terkoneksi
Kegiatan ini menjadi tonggak awal menuju kemitraan yang saling menguntungkan antara dunia kampus dan industri. Dengan memadukan kapasitas akademik dan laboratorium dari Politeknik Negeri Manado, serta pengalaman dan kebutuhan teknis dari PLN UPP Minahasa, diharapkan lahir berbagai solusi inovatif yang aplikatif.
Rencana kerja sama ini akan dilanjutkan dengan penyusunan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang mencakup kegiatan:
- Magang dan praktik industri mahasiswa dan dosen.
- Penelitian dan pengembangan bersama (joint research)
- Penguatan kurikulum berbasis kebutuhan dunia kerja
- Penerapan teknologi tepat guna untuk masyarakat sekitar PLTA
Lebih dari sekadar kemitraan formal, kolaborasi ini adalah bentuk kontribusi aktif Politeknik Negeri Manado dalam menjawab tantangan energi, teknologi, dan lingkungan di Sulawesi Utara, khususnya kawasan Minahasa dan Danau Tondano.
Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Manado terus memperluas peran pendidikan vokasi sebagai garda terdepan dalam inovasi, solusi, dan pengabdian untuk masyarakat dan bangsa. Dari kampus, untuk energi dan lingkungan yang lebih baik.